1. Berhati-hati sahabat. Apa saja yang kita luahkan, ia sebetulnya adalah sebuah doa. Apa saja yang kita luahkan, apa saja yang kita rasakan, apa saja yang kita sebutkan sedang ditarik ke dalam hidup kita sendiri.
![]() |
| sekadar gambar hiasan |
2. Jika kita banyak menyebut kesusahan hidup, banyak membicarakan keperitan hidup, banyak merasakan betapa hidup ini sempit, maka semakin banyaklah kesusahan dan kesempitan hidup akan datang ke dalam hidup kita.
3. Jika kita banyak berbicara keburukan pasangan kita, banyak menyebut segala kekurangan dan kelemahannya, banyak beremosi dengan kegagalan pasangan kita kepada orang lain atau meluahkan di media sosial, ia sebenarnya akan menyebabkan pasangan kita semakin memburuk, semakin banyak kita nampak kesalahan dan kegagalannya. Sama sekali ia tidak akan menjadi semakin baik.
4. Jika kita banyak meluahkan keburukan anak-anak kita, kenakalan anak-anak kita, kelemahan anak kita, maka anak-anak kita akan menjadi semakin buruk, semakin lemah dan semakin banyak kenakalannya.
5. Jika kita menyebut hidup kita malang, bisnes kita rugi, hidup kita susah, keluarga kita caca marba, semua orang benci kita, maka itulah yang kita akan dapat. Semuanya akan bergantung kepada apa saja yang kita luahkan, apa yang kita sebutkan dan apa yang kita bicarakan. Semunya dari apa yang kita rasakan. Kitalah yang menariknya ke dalam hidup kita. Fikiran itu begitu kuat menarik apa saja yang kita fikirkan ke dalam hidup kita.
6. Itulah yang disebut hukum tarik menarik. Diri kita sedang menciptakan sebegitu banyak magnet kepada hidup kita sendiri.
Bayangkan kita bercerita kepada sepuluh orang, maka sepuluh orang ini membuat persepsi yang buruk kepada kita, sedangkan pada asalnya dia tidak mengetahui apa-apa tentang diri kita. Asalnya magnetnya hanya satu iaitu diri kita sendiri. Tetapi apabila kita luahkan kepada sepuluh orang, maka mereka yang sepuluh orang itu akan menjadi magnet baru kepada hidup kita. Ini semua tidak dirasakan menjadi doa, sedangkan ia begitu berperanan dengan efektif memberi impak kepada kehidupan kita tanpa disedari.
7. Sebab itu Allah menyuruh kita berdoa. Dalam doa kita boleh berbicara dengan Allah, meluahkan hanya kepada Allah, bercerita situasi hidup kita kepada Allah. Dan meminta kepada Allah. Bayangkan kehidupan yang kita inginkan ketika berbicara dengan Allah, merasakan apa yang diimpikan telah tercapai ketika berdoa di hadapan Allah. Bercakap dengan Allah seolah-olah doa kita telah dijawab oleh Allah dengan penuh kesyukuran, dengan penuh kenikmatan, dengan penuh senyuman kebahagiaan. Kita bayangkan nikmat impian kita dimakbulkan Allah. Kerana apa yang benar-benar dibayangkan dan dirasa di dalam jiwa itu adalah sebuah energi besar yang menariknya ke dalam hidup kita.
8. Dan Allah Yang Maha Memakbulkan doa kita, secara lambat atau cepat pasti mengurniakannya tepat pada saatnya.
Allah bersumpah di dalam surah Al Zariyyat ayat 23…
“Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya apa yang disebutkan itu pasti terjadi sebagaimana benarnya kamu berkata-kata.”
9. Kata-kata itu adalah suatu magnet hidup. Jika banyak disebut hidup yang senang dan berkat, maka kita akan menarik kesenangan dan keberkatan di dalam hidup. Sebaliknya jika banyak disebut kesusahan, maka ia akan menarik pelbagai masalah dan kesusahan di dalam hidup. Maka belajarlah menggunakan perkataan yang baik, hebat dan positif sahaja.
Sumber dari Faridah Mohd Ali
